Jumat, 16 Maret 2012

happy birth-bye

Hei, selamat ulangtahun untuk kali kedua aku ucapkan ini sejak aku dan kamu bersepakat menjadi “kita”. Selamat ulangtahun untuk kamu yang kini sudah berkepala dua, sudah dewasa tentunya.
Tepat pukul 00.00 ketika aku meneleponmu dengan rajauan airmata yang tentu kau tak lihat. Aku yang memberimu ucapan kebahagiaan dalam balutan emosi dan perih, menggugurkan segala macam stigma buruk yang beberapa hari telah mengkakukan kontak. Memang, kita tak sedang bertengkar kini. Beradu argumen kecil pun tak. Hanya gurau sedikit dan kecanggungan yang sengaja disembunyikan agar semua terlihat baik-baik saja. Semacam klise. Beberapa sempat kita tertawa kecil, saling berucap rindu, bahkan berjuluk sayang. Aku tahu bahwa mensinergikan antara hati dan pikiran kini akan merambah pada dua ekspresi yang bertolak belakang. Malam ini, meski kita tak lagi berdebat, kita tak lagi berbicara luka, namun kata-kata indah yang saling kita ucapkan itu fana. Seiring berakhirnya detik telepon ke seribu tiga ratus tujuh, akankah berakhir pula apa yang kita bangun selama hampir bulan ke dua puluh dua, sayang?
Sebentar, masih boleh aku menyebutmu sayang? Ah sebutan lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar