"..kala aku mengingatmu dan semua saat manis itu.."
aku terpaksa menyapa hening waktu yang kubuat dalam sekejab
memberinya ruang hingga aku bisa merekam senyumnya sedetail mungkin
andai aku bisa, ingin sekali rasanya aku menghentikan waktu
bahkan menghentikan aktivitas apapun demi mencatat momen saat kedua bola mata kita bertemu
kemudian berefleksi menjadi seklumit tarikan di masing-masing sudut bibir
hingga akhirnya jabat hangat yang tentu saja akan menjadi racun bercandu bagiku
siang itu,
ketika bayanganmu tengah mereleksikan sebuah kebenaran,
jejak-jejak yang tanpa sengaja menilap
menelisik ke dalam celah rahasia
dimana tersirap oleh kemilaunya panas dan pudarnya segala asaku tentangmu