i love you, papa..
missing the time
love papa, always.. and forever
i love you, papa..
missing the time
love papa, always.. and forever
Malam masih memberikan pesonanya, hingga saat ini aku masih terjaga. Bulan juga masih setia menemani insomnia malamku saat aku sedikit merasa lebih baik dari dari hari-hari sebelumnya. Kini aku duduk bersila di depan laptop sembari berusaha memainkan kata-kata yang tertumpuk dalam otakku yang sebagian akan aku ungkapkan dalam postingan kali ini.
Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi…
Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi..mu…
*nggak tau kenapa tiba-tiba pengen nge-post lirik lagu ini. Terbawa suasana hati kali yak :D