Inget masa kecil waktu aku selalu dimanjain, selalu dibeliin ini itu. Apalagi aku anak pertama. Anak yang pertama kali mereka tunggu - tunggu. Waktu kecil, paling deket sama papa. Setiap pulang kerja, aku sma mama selalu nyambut dia di depan pintu. Dia itu jagoan. Dia mengajarkan aku banyak hal. Dia mengajarkan aku untuk selalu bersyukur untuk setiap hal yang aku miliki. aku bersyukur punya papa seperti papa ku, ga akan ada yang bisa gantiin dia di hatiku
Buat papaku sayang
Lihat pa.. sekarang anak gadismu yang pertama ini telah beranjak dewasa. Beranjak meninggalkan bangku SMA, demi pendidikan yang lebih tinggi. Sebentar lagi, aku bukanlah putri kau cari saat kau melepas lelah di sore hari setelah pulang kerja. aku akan jarang sekali tidur bersama papa setiap papa ada di rumah. aku akan jarang sekali meneriakkan suara paling keras jika sedang bercanda denganmu.
Jujur sebenarnya aku masih ingin berlama-lama membenamkan kepalaku dalam hangat dadamu. aku masih ingin setiap malam ada dalam penjagaanmu disini , di kota ini. tapi aku sadar..hidup akan terus berjalan, putrimu akan tumbuh dewasa. Dan berkat bekal kasih sayang yang telah engkau berikan,aku kini siap menantang kehidupanku untuk hari esok yang lebih baik.
Buat papaku , tetap dukung aku terus agar aku bisa membawa nama keluarga ini menjadi keluarga yang dikagumi setiap orang. Aku sungguh ingin membuatmu bahagia, seperti kau yang telah berhasil membuatku menjadi anak yang sangat bahagia. Kelak sampai kapan pun, aku tak perlu mencari figur lain yang aku banggakan dan yang aku idolakan. Karena, sampai kapan pun juga aku akan berkata kepada dunia bahwa, “Ayahku, Idolaku”.
I love you, Dad