Oke, berbicara tentang kamu sungguh tidak akan ada habisnya. Selalu ada saja hal yang ingin aku ungkapkan agar lambat laun nantinya akan terajut dalam sebuah cerita bernama kenangan. Hmm.. itu nanti. Sekarang aku masih tak rela jika semua itu disebut kenangan. Berawal dari smsmu malam ini dimana sudah bisa tertebak bahwa kamu membutuhkan formula keberanian untuk mengirimnya ke nomorku. Sebuah pesan singkat yang hanya berisi sapaan kemudian berlanjut dengan situasi yang kita bahkan tidak tau harus berlanjut seperti apa. Semacam canggung begitukah berkomunikasi denganku? Jujurlah, aku sangat mengenalmu.
Aku memang tipe orang yang tak bisa tinggal diam ketika ada sesuatu yang tidak semestinya. Kamu, sangat sangat sangat ingin berbicara denganku bukan? Mengapa harus ditutupi? Kamu pikir kepura-puraanmu yang seakan tidak membutuhkanku itu bisa menipuku? Tidak, sayang. Aku sangat mengenalmu. Kau membutuhkan seseorang yang menjagamu. Kamu tak bisa sendiri. Dan saat ini, bukankah hanya aku yang bisa melakukan itu? Jujurlah saja bahwa kau membutuhkanku sebelum kau menemukan yang baru. Mengapa harus ditutup-tutupi?
GENGSI?