Rabu, 23 November 2011

---- stuck ----


Terlalu rumit untuk menjelaskan satu demi satu secara detail gimana perasaanku ketika harus menyambutmu kembali. Rajaman egoku pun tak sanggup membuatku menyerah pasrah melepasmu. Memaafkanmu, itu sudah biasa. Memaafkanmu akibat kesalahan yang sama, kerap kali ku lakukan. Apalagi?

Jika aku boleh serta merta menampar egoku, aku ingin semua orang tau bahwa aku tak ingin terus seperti ini. Aku terlena atas dosa dan pesakitan yang jelas-jelas nyata. Aku menyadari namun aku tak ingin menghindari. Cinta?

Tak ada yang tau..

Selasa, 01 November 2011

is it the end?

Baru kali ini aku menemukanmu dengan kekonsistenan yang penuh
"aku tak akan menghubungimu lagi"
Lima kata yang sering kau ucapkan ketika kita masih bersama dulu
Aku pikir biasa, ah.. emosi sesaat
Namun ternyata anggapanku salah
Sekarang benar-benar keinginanmu sudah bulat untuk menutup telinga dan mata dari semua tentang aku
Ingin sekali rasanya berontak
Berteriak menggemakan namamu sanpai di persimpangan jalan sana
Jalan ketika terakhir kali aku tersenyum untukmu sebelum kesakitan ini muncul
Tetapi mau tak mau aku harus menampar keinginanku
Aku memang harus sadar dimana posisiku sekarang
Aku bukan lagi orang yang kau nanti untuk berucap "good night" ketika malam menjemputmu
Aku bukan lagi orang yang kau inginkan untuk setiap pagi membangunkanmu, "bangun..ayo sholat dulu"
Masaku bersamamu sudah usai
Aku tak berhak lagi untuk menahanmu
Tapi setidaknya aku hanya ingin kamu ingat..
Tentang bintang dimana kita pernah menaruh harapan untuk tetap bersama, berpegangan tangan
Tentang hujan gerimis yang selalu datang untuk membuat kita jauh lebih dekat dari biasanya
Tentang langit yang mematahkan jarak dan waktu
Tentang dunia yang mengijinkan kita bertemu dan berada dalam satu kehidupan

Oh iya, maaf untuk semua cara yang salah..