
Ternyata, sudah terlalu lama aku berdiri berpegang pada benteng pertahanan yang sengaja kita buat dulu
Aku pikir, hari masih terlalu pagi
Pun, mentari sepertinya masih terlelap
Kabut belum tersibak
Langit, awan, dan embun juga masih senantiasa terjaga
Aku tidak yakin
Kita, ketika kita masih menjadi kita yang sesungguhnya
Hanya ada kamu dan aku, setidaknya
Namun evolusi kini memberi realitas yang berbeda ketika selama kita tidak bicara tentang ‘kita’, maka segalanya akan baik-baik saja
Tentang konsep perpisahan yang kau tawarkan pagi itu, cukupkah aku mampu mengasumsikan?
Sesuatu yang tak bisa ku pahami ketika harus menjadi pesakitan dalam balut kata solusi
Sesuatu yang aku yakini salah namun benar adanya
Sesuatu yang sesungguhnya sulit untuk diterima ketika rasa menjadi nyawa
Aku sempat sesaat tak yakin ketika kau menusukkan kata dimana kebersamaan sama dengan menyakitkan
Semakin lama berpegang pada benteng pertahanan kuno kita, kiramu semakin mengangakan luka yang senantiasa bedarah
Bahwa perpisahan ini untuk kebaikan kita berdua
Aku tak ingin melukaimu, katamu
Aku hanya akan menjadi beban dalam pemenuhan cintamu, katamu
Jangan pertaruhkan selamanya, hanya untuk orang sepertiku, katamu
Aku masih tidak yakin
Karena cinta mutlak tidak butuh alasan, apapun!
ada apa sih nduk?
BalasHapuspesakitan yang selama ini aku tunggu
BalasHapuscerita pas ketemu aja.. tp kapan (ketemu)?
aku kgn mba :')
pesakitan itu apa ya?
BalasHapuskata dasar sakit berimbuhan pe-an, maknanya?
bicara seni ah.. ngga mau sintaksis
BalasHapus