Rabu, 13 April 2011

PILU

Sejenak menenangkan diri dari rasa pilu yang harus ku lawan sendiri..
Asa yang sulit kugapai membuatku hampir menyerah. Menepis keadaan yang tidak sesuai kenyataan akan membuatku munafik untuk terlihat tetap berdiri seperti batang-batang pohon yg kokoh. Lapisan-lapisan epidermis diriku mungkin terlihat indah dalam balut senyuman yang sebenarnya mengimplisitkan kepiluan. Semuanya kukemas dan kusimpan dalam-dalam untuk diriku sendiri.

Rasa yang gamblang perlahan membunuhku tetap aku banggakan. Ketika suaramu tak lagi kudengar, ketika nafasmu tak lagi kurasakan, dan ketika senyummu tak mungkin lagi kunikmati. Rasa itu lebih dari perih.. lebih dari sakit.. Menyeruak gontai membuatku lelah untuk mengeluarkan air mata lagi. Aku telah bertekuk lutut dibawah tawa kenyataan yang sangat memilukan. Aku sangat menerima kekalahan dalam pengharapan yang sebenarnya aku tahu kelak akan berujung seperti ini. Dan
sekarang waktunya.. ketika rasa memaksa untuk benar-benar menghilang, satu per satu aku harus mengumpulkan kembali hatiku yang telah menjadi lebih ironis dari serpihan-serpihan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar