kemarin. ya, kemarin.
kemarin dia menghubungiku! dia yang sangat berharga, dia yang sangat mengesankan, dia yang dulu pernah bersamaku dalam waktu hitungan detik.
Sekitar pukul 12.08 siang, telepon sellulerku berbunyi. Sebuah nomor tak dikenal mengirim message:
*ayo kuliah untuk meraih sukses!
Seperti biasa, aku selalu menganggap nomor tak dikenal dengan sms yang nggak jelas dan nggak butuh balasan seperti itu adalah sesuatu yang nggak penting.
Malamnya.. setelah aku seharian menghabiskan waktu bersama si Agatha dengan nge-pump dikarenakan UTS yang sedikit mengoyak pikiranku yang kurang terpartisi dengan baik, aku kembali menatap layar handphone. Tetap tak ada sms masuk. Kebetulan aku juga sedang ada masalah dengan pacarku. Entah kenapa aku terpikirkan oleh nomor yang meng-smsku siang tadi. Perasaan dan pikiranku mendorong untuk menanyakan siapa si pengirim sms yang nggak penting itu. Untuk mengisi waktu luang di tengah kegalauanku juga sih sebenarnya...
#ini siapa?
*ada deh
#he??
*Aku han mbak. nomorku yang baru
degggg !!!!!
#Hanani?
*Rahasia
#Han,tanya! Pendaftaran SNMPTN uda ditutup belum?
*udah dr dulu. kenapa?
#Pengen ikut lagi
*kan udah kuliah?
#kan pengen ikut lagi?
*ben opo luh? kepinteren to mbak?
#iyo e. peh susah jadi orang pinter :p
*guayai
#hahaha. tp kata temenku belum tutup
*udah yang undangan. tp aku yang umum belum mulai mungkin
#ya tadi maksudku itu yang umum
*tol jrontol
#asemm! wo.. bocah
*dungakne klebu UGM
#amiiin, traktir tp lak keterima
*yo gudeg..
#3x sehari dalam seminggu tapi
*nafsu amat?
#whatever. yang penting traktir. dulu pnah mau traktir ga jadi-jadi
*Gudeg jogja to.. tenang ae
#pokoke 3x sehari dalam seminggu
*Gak kurang ta mbak? ben ndang lemu
#aku ki wes lemu dul
*Lha piye to?
#rahasia
*Ah masa bodo..
#hmm,
*kenapa sariawan y
#dasar anak SMA..
*Situ kan dulu juga anak SMA.. aneh
#Dasar anak SMA jaman sekarang
*Dasar anak kuliah jaman sekarang..
Seperti itulah. Percakapan yang nggak penting memang, tapi dia.. dia sangat penting untuk aku. Aku yang selama ini hanya bisa mengingat kata-katanya yang begitu mengesankan. Aku yang selama ini hanya bisa melihatnya melalui orang lain. Ya, melihatnya dari orang lain yang menjadi kekasihku saat ini, yang seharusnya memiliki hatiku sepenuhnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar