
Terlalu rumit untuk menjelaskan satu demi satu secara detail gimana perasaanku ketika harus menyambutmu kembali. Rajaman egoku pun tak sanggup membuatku menyerah pasrah melepasmu. Memaafkanmu, itu sudah biasa. Memaafkanmu akibat kesalahan yang sama, kerap kali ku lakukan. Apalagi?
Jika aku boleh serta merta menampar egoku, aku ingin semua orang tau bahwa aku tak ingin terus seperti ini. Aku terlena atas dosa dan pesakitan yang jelas-jelas nyata. Aku menyadari namun aku tak ingin menghindari. Cinta?
Tak ada yang tau..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar