Malam masih memberikan pesonanya, hingga saat ini aku masih terjaga. Bulan juga masih setia menemani insomnia malamku saat aku sedikit merasa lebih baik dari dari hari-hari sebelumnya. Kini aku duduk bersila di depan laptop sembari berusaha memainkan kata-kata yang tertumpuk dalam otakku yang sebagian akan aku ungkapkan dalam postingan kali ini.Seklumit tentang bagaimana aku menikmati hidup. Beberapa hari ini aku merasa sedikit lebih tenang dari hari-hari sebelumnya. Aku berhasil mengusir kegalauanku yang kemarin nyaris mencapai tingkat dewa (nggak perlu ya, aku ceritakan lagi sebab-sebab galau itu.. nggak penting!)
Well, 2 hari yang lalu aku resmi meninggalkan angka 17 dari umurku. Bisa dikatakan angka sakral ini kutinggalkan diiringi dengan perubahan perilaku dari fase remaja menjadi dewasa. what? dewasa?
Ya, DEWASA. Aku memang pernah membenci kedewasaan. Dewasa itu rumit. Dewasa itu horor. Dewasa itu adalah diri kita secara telanjang. Namun, seiring berjalannya waktu beberapa faktor membuat diriku bisa sedikit menikmati keadaanku yang kini berada satu langkah di lantai kedewasaan. Dewasa yang aku rasakan kali ini lebih mengajarkan kita memahami orang lain.. Seperti aku dan sahabatku, Melinda. Kita sebenarnya sangat-sangat berbeda. Kita selalu punya pandangan dan selera yang berbeda.. Tapi memang begitulah. Setiap orang memiliki kacamata sendiri-sendiri dalam memandang suatu hal. Kemarin, aku menghabiskan malam terakhir usia 17 tahunku bersama gadis berkacamata itu. Aku melihat bintang bersamanya. Kita melupakan kegalauan masing-masing (dan kalau dia sih galaunya pasti gara-gara cowoknya, dan sebenarnya.... haduhhh...>_< ). Malam itu, dia memberiku mini tart cake dan kado berupa mug. Nice :) Tetapi sebenarnya lebih kepada momen bersamanya lah yang menurutku so precious. Ulangtahun di tengah kota rantauan dimana aku hidup harus mandiri seperti ini, kukira akan kulewati sendiri. Aku kira setahun yang lalu adalah momen ultah terakhir bersama teman-teman yang tak dapat aku temukan lagi disini. Ternyata aku salah. Disini aku punya teman baru. Lebih dari teman. Kehidupan baru. Melinda is my close friend who can make me laugh off. Tidak hanya dia sebenarnya, beberapa teman yang lain juga sangat berharga. Mereka adalah kekuatan batinku. Dengan berbagai karakteristik mereka membuatku mengerti bagaimana menempatkan sikap pada setiap orang. Mereka semua memang tak seperti sahabatku Meytaliana yang selalu bisa memahamiku, tetapi disini mereka begitu menyenangkanku. Mereka juga memang tak seperti Santi yang selalu bisa menenangkanku, mereka sangat bisa menghiburku. (•‿•)
aku to...halah...
BalasHapusga usah Ge-eR gilak!
BalasHapusyaudah to nek gitu apa sih
BalasHapus