Setelah lama vakum dari blog ku yang malang ini. Aku berniat akan memulai untuk menulis lagi. Menulis apa yang ingin aku tulis. Bebas.. tentang perasaan yang aku rasakan. Berbicara soal perasaan. Sulit sekali menggambarkan bagaimana keadaan perasaanku saat ini. Perasaan dan logika memang memiliki jarak yang sangat jauh. Namun tanpa kita sadari, sebenarnya proporsi mereka itu sama, hanya bagaimana kemampuan kita untuk mempekerjakan mereka sesuai dengan fungsinya.
Sedikit coretanku kali ini, aku ingin berbicara tentang seseorang. Ya, seseorang yang aku percaya sepenuhnya untuk menjaga hatiku. Dia hebat, dia telah berhasil memaksaku untuk mendewasakan diri atas sikap dia. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikan dia secara detil. Satu kata yang patut aku teriakkan dengan lantang untuk dia adalah EGOIS. Lucu ya, aku jatuh cinta dengan orang yang egois. Cinta buta? Tidak, cintaku bukan cinta buta. Lebih tepat disebut cinta tutup mata. Aku memang tahu segala kebusukan dia di belakang, aku tau segalanya. Namun aku mencoba untuk selalu menutup mataku, menutup mata dari realita yang seharusnya membuatku sadar. Aku memang bodoh, tetapi aku selalu menggangggap bahwa aku akan lebih bodoh ketika aku harus menyerah untuk membuat dia berubah.
Sebuah polemik memang. Kini aku berada dalam ketidak sadaran atas sesuatu yang menyakitkan diriku sendiri. Aku terlalu yakin atas jawaban hatiku. Memang bukan hanya satu,dua orang yang memintaku untuk membuka mataku. Sia-sia.. aku tetap ingin terpejam, aku tetap ingin berada dalam ketidaksadaran yang sesungguhnya hanya menyakitkan diri dan hatiku sendiri.
Aku menyayanginya? tentu saja.. sangat!
Tetapi, apa aku tidak menyayangi diriku sendiri hingga rela dibuat sakit karenanya?
Entahlah..
Hari ini mungkin aku harus mencoba untuk membuka mataku perlahan. Apa yang aku lihat ketika aku membuka mata itu urusan nanti. Dan konsekuensi, ketika aku memutuskan untuk benar-benar membuka mataku maka aku harus siap jika suatu saat aku harus menangis.
Sedikit coretanku kali ini, aku ingin berbicara tentang seseorang. Ya, seseorang yang aku percaya sepenuhnya untuk menjaga hatiku. Dia hebat, dia telah berhasil memaksaku untuk mendewasakan diri atas sikap dia. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikan dia secara detil. Satu kata yang patut aku teriakkan dengan lantang untuk dia adalah EGOIS. Lucu ya, aku jatuh cinta dengan orang yang egois. Cinta buta? Tidak, cintaku bukan cinta buta. Lebih tepat disebut cinta tutup mata. Aku memang tahu segala kebusukan dia di belakang, aku tau segalanya. Namun aku mencoba untuk selalu menutup mataku, menutup mata dari realita yang seharusnya membuatku sadar. Aku memang bodoh, tetapi aku selalu menggangggap bahwa aku akan lebih bodoh ketika aku harus menyerah untuk membuat dia berubah.
Sebuah polemik memang. Kini aku berada dalam ketidak sadaran atas sesuatu yang menyakitkan diriku sendiri. Aku terlalu yakin atas jawaban hatiku. Memang bukan hanya satu,dua orang yang memintaku untuk membuka mataku. Sia-sia.. aku tetap ingin terpejam, aku tetap ingin berada dalam ketidaksadaran yang sesungguhnya hanya menyakitkan diri dan hatiku sendiri.
Aku menyayanginya? tentu saja.. sangat!
Tetapi, apa aku tidak menyayangi diriku sendiri hingga rela dibuat sakit karenanya?
Entahlah..
Hari ini mungkin aku harus mencoba untuk membuka mataku perlahan. Apa yang aku lihat ketika aku membuka mata itu urusan nanti. Dan konsekuensi, ketika aku memutuskan untuk benar-benar membuka mataku maka aku harus siap jika suatu saat aku harus menangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar