Rabu, 28 September 2011

I assure.. I survive


Mungkin tak semua orang memahami keadaan saya sekarang. Setelah sekian lama menikmati liburan, dimanjakan oleh harta yang paling paling berharga, yaitu keluarga. Menghabiskan waktu bersama mereka, papa, mama, adek, teman-teman, dan... seseorang :) pasti menjadi hal yang sangat sangat sangat dirindukan tentunya. Kembali pada rutinitas dunia perkuliahan memang harus dan pasti akan dijalani. Seperti saya sendiri. Sudah tepat tiga minggu ini saya kembali ke dunia dimana mau tidak mau harus berkutat pada kampus, kuliah pagi dan pulang sore hari, tugas yang menumpuk hingga berjilid-jilid, dan rutinitas lain yang memaksa saya untuk sebagian besar harus melakukannya sendiri. Membosankan. Ini bukan apakah saya bisa beradaptasi atau tidak. Fase adaptasi sudah saya lewati setahun yang lalu. Kini, saya berada di tahap bagaimana untuk survive disini. Dan saya menjaminkan itu. Namun sekali lagi, mengawali itu sulit dan membosankan. Ah, baru tiga minggu saja seakan jadwal-jadwal baru mulai menanamkan beban di pundak saya. Pola hidup saya jadi berantakan. Apa yang saya pandang semakin abstrak, tidak ada keterkaitan antara satu sama lain. Nothing relasi di dalamnya. Saya benar-benar letih. Saya ingin sejenak membenamkan kepala saya, mendinginkan pikiran saya dan memasuki mimpi dibawah alam sadar saya malam ini. Saya sangat berharap bisa menikmati hidup dengan kesempurnaan sepenuhnya. Saya membutuhkan kiat-kiat pengisi formula semangat untuk survive hidup mandiri yang saya jaminkan dalam keadaan berkalut beban di kota perantauan saya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar